Running TEXT

1."Ho do Tuhanku" 2."Trima kasih buat kebaikanMu" 3."Hingga akhir hidupku"

Rabu, 28 Januari 2009


PENJAGAMU TIDAK PERNAH TERLELAP

"Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. IA takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap" (Mazmur 121: 2-3)

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Ia setia, Ia mengasihi kita, dan Ia selalu ada bagi kita..

Kamis, 15 Januari 2009

Orang dunia bilang ini tahun kesusahan tapi anak Tuhan bilang ini tahun berkat

1 Januari 2009
Kematian - Kematian Kecil
Ayat bacaan: Mazmur 141:8

"Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!"
Bertemu dengan orang-orang yang meruntuhkan mental kita merupakan hal yang tidak sepenuhnya bisa kita hindari. Hampir setiap hari kita akan bertemu dengan orang-orang, yang, baik lewat sikap dan tingkah lakunya maupun perkataan-perkataan mereka dapat membuat mental atau rasa percaya diri kita jatuh. Di kantor, di sekolah, di kampus, di lingkungan rumah, di kalangan teman, seringkali kita merasakan hal ini. Mungkin mereka tidak bermaksud menjatuhkan, tapi efeknya bisa seperti sebuah pukulan yang mampu membuat kita knock out, secara mental. Seorang teman pernah merasa sakit hati ketika idenya untuk membuat studio desain "dilecehkan" oleh dosennya. "ngapain kamu mikir sampai sejauh itu? mending belajar dulu yang benar deh... nggak pantes.." Perkataan itu keluar cuma sekian detik, namun efeknya masih dirasakan teman saya sampai sekarang. Padahal itu terjadi tahun 2003.

Tanpa kita sadari, tanpa kita inginkan, tanpa bermaksud, terkadang kita menempatkan diri kita pada kematian-kematian kecil. Yang saya maksud dengan kematian-kematian kecil adalah berbagai hal kecil yang bisa membuat kita makin lama makin kehilangan kedamaian dan sukacita yang berasal dari Tuhan, atau kehilangan keyakinan diri dan sebagainya. Ada orang yang lebih suka pada kebohongan yang terasa nikmat ketimbang kebenaran. Ada orang yang menolak kesempatan untuk diberkati, ada juga yang melewatkan kesempatan untuk memaksimalkannya. Ada banyak orang yang cenderung mempercayai pandangan orang lain yang keliru tentang dirinya, ada banyak orang mengalami kepahitan dan sulit bangkit ketika mendapat kritikan atau perkataan menyakitkan dari orang lain. Mungkin anda pun pernah merasa demikian, ketika anda merasa bahwa anda tidak berguna dan tidak mampu apa-apa, akibat perkataan seseorang yang menjatuhkan rasa percaya diri anda. Ironisnya terkadang hal itu malah diperoleh dari rumah, lewat perkataan orang tua ataupun saudara sendiri. "kamu kok bodoh banget sih..tidak seperti kakakmu", "nyesal punya adik seperti kamu", "kamu benar-benar bikin malu keluarga kita" dan sebagainya. Ada banyak orang yang saya kenal mengalami kesulitan untuk bangkit karena harga diri dan percaya dirinya sudah sedemikian anjlok sampai titik rendah. Ada yang bahkan sampai menyesali hidup. Ini semua bisa membawa kita pada kematian-kematian kecil yang akan merampas dan menghancurkan kedamaian, kasih dan sukacita yang telah Tuhan berikan pada kita. Padahal lihatlah apa kata Tuhan mengenai kita. Kita adalah ciptaanNya yang luar biasa. We are His masterpiece. Dia menciptakan kita segambar dengan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26), kita terlukis dalam telapak tanganNya dan dalam ruang mataNya (Yesaya 49:16), dia mengetahui segala sesuatu akan kita, bahkan jumlah helai rambut kita pun Dia hitung (Matius 10:30). Tuhan tidak pernah menciptakan kita asal-asalan apalagi sia-sia. Dia punya rencana yang indah bagi setiap kita. Sebuah ayat indah pada Mazmur mengatakan bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang dahsyat dan ajaib. "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-14). Jika kita menyadari demikian, kita tidak akan gampang jatuh dan kehilangan kepercayaan diri. Seperti ayat bacaan hari ini, selalulah berlindung kepada Allah. Selalulah tujukan mata kepada Allah. Bersama Allah tidak akan pernah mengecewakan, karena bagi Dia, kita selalu sangat berharga.

Hindari kematian-kematian kecil dengan berlindung pada Allah yang memberi kehidupan besar

2 Januari 2009
Sang Penebus
Ayat bacaan: Yohanes 1:29

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
Seorang teman saya tadi bercerita bahwa ia baru aja membantah dosennya, karena sang dosen dengan lantang berkata bahwa Tuhan itu tidak adil. Sang dosen mengatakan bahwa berbagai bencana yang terjadi di dunia ini adalah untuk menyiksa manusia dan menunjukkan ketidakadilan Tuhan. Dengan tegas dia membantah, dan akibatnya ia mendapat hukuman di "suspend" untuk beberapa hari. Namun untunglah, dekan menganulir hukuman tersebut karena menurut si dekan, ia punya hak untuk mengeluarkan pendapatnya. Baru saja saya kemarin menulis renungan tentang kitab Yoel, dan apa yang terjadi pada teman saya itu mengingatkan saya akan renungan tersebut. Jika dibaca sepintas, terlihat hukuman yang dijatuhkan Tuhan memang mengerikan. Tapi kita harus melihat hal ini lebih luas, karena hukuman itu bukan sembarangan dijatuhkan apalagi menganggap bahwa itu adalah bentuk tindakan kesewenang-wenangan Tuhan yang mempermainkan manusia bagaikan boneka demi kepuasan pribadi. Kemarin saya sudah menuliskan bagaimana Tuhan memulihkan segala sesuatu dengan seketika begitu kita bertobat. Itu menunjukkan belas kasihNya yang luar biasa. Bahkan dosa semerah kirmizi sekalipun akan menjadi seputih salju, semerah kain kesumba pun akan seputih bulu domba. (Yesaya 1:18). Dan itu akan langsung kita peroleh. Bukan saja diampuni, tapi Allah bahkan tidak lagi mengingat dosa kita. (Yeremia 31:34). Bukti lain bahwa Tuhan adalah penuh kasih dan sangat menyayangi kita? Tuhan ternyata juga pro-aktif. Nabi demi nabi diutus untuk mengingatkan manusia agar kembali berbalik dari jalan-jalan yang sesat. Dan tidak berhenti sampai disitu. Tuhan pun mengutus AnakNya yang tunggal agar kita tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
Inilah yang diucapkan Yohanes ketika ia memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya. Apa yang tertulis pada Yesaya 53 akhirnya digenapi, dan Yohanes tahu dia tengah berhadapan dengan Anak Domba yang dinubuatkan dalam Yesaya. Yohanes pun tahu bahwa ia adalah orang yang ditugaskan Tuhan sebagai pembuka jalan bagi pelayanan luar biasa Yesus di dunia ini, sebagai tanda betapa Allah mengasihi kita semua. Kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk membayar lunas segala dosa-dosa kita lewat karya penebusan di atas kayu salib, kemudian memulihkan hubungan kita dengan Bapa. Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukan untuk memanggil orang benar, melainkan untuk orang berdosa. "... Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Markus 2:17). Penebusan Kristus pun tidak berbicara hanya bagi satu orang, satu suku atau satu bangsa saja, tapi berlaku untuk semua manusia, (1 Timotius 2:6) untuk dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Demikianlah besarnya kasih Tuhan pada kita semua.

Jika kita menyadari hal diatas dengan benar, tentu kita akan sadar bahwa Tuhan teramat sangat mengasihi kita. Dia sangat peduli dan tidak ingin satu pun dari kita berakhir pada tempat penuh siksaan dengan api belerang yang menyala-nyala. Dia sangat mengerti kelemahan kita, karenanya Tuhan tidak pernah berhenti mengingatkan kita, malah menganugrahkan Kristus untuk menebus dosa-dosa kita, menyelamatkan kita dan memulihkan hubungan kita denganNya. Sudah sepantasnya kita mensyukuri kasih Tuhan yang begitu besar. Bertobat dan berbaliklah dari jalan-jalan yang salah jika kita menghargai kasihNya, dan tekunlah menjaga diri agar tidak terjerumus terus menerus ke dalam dosa. Menuduh Tuhan tidak adil, seperti halnya dosen teman saya di atas tidak akan keluar dari mulut atau pikiran kita jika kita benar-benar memahami pribadi Tuhan yang sesungguhnya.
Kristus Sang Penebus adalah bukti nyata kasih Allah yang begitu besar bagi manusia

3 Januari 2009
Mukjizat Kesembuhan Atas Jazzel
Ayat bacaan: Matius 18:19-20

"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Beberapa hari setelah natal menjelang tahun baru kemarin anjing betina kecil kami yang sudah kami anggap seperti anak sendiri, namanya Jazzel, tiba-tiba meraung kesakitan luar biasa ketika saya hendak menggendongnya. Saya kaget, karena tidak biasanya dia seperti itu. Saya menyadari pasti ada yang salah.. dan ketika saya melihat tubuhnya, benarlah demikian. Bagian dadanya membengkak seperti ada tulang yang patah. Saya dan istri pun sempat panik, kemudian menelpon dokter hewan. Namun tampaknya tidak ada dokter yang buka, karena bertepatan dengan hari libur umum. Sementara bentuk dada Jazzel di sebelah kanan terlihat menakutkan karena bengkak. Di tengah rasa cemas, kami memutuskan untuk berdoa bersama. Lalu kami duduk berdua, memegang punggung Jazzel yang masih gemetar kesakitan dan berdoa bersama. Apa yang terjadi? Begitu selesai berdoa, Jazzel langsung berjalan tanpa terlihat sakit, namun bengkaknya masih ada. Lima menit sesudahnya, dia sudah berani melompat turun naik di sofa. Kemudian, hampir sepanjang malam dia habiskan untuk tidur. Dan besoknya, dada Jazzel kembali normal. Ketika digendong Jazzel tidak lagi merasakan apa-apa. Haleluya! Itu sebuah mukjizat luar biasa yang kembali hadir dalam keluarga kami. (Silahkan baca kesaksian di "Tuhan Peduli Terhadap Segala Hal" dan "The Other Side Of Taki Story" ) Bayangkan, dada yang membengkak, terlihat seperti ada yang patah, raungan Jazzel yang sangat kesakitan ketika dipegang, dalam seketika Tuhan bisa pulihkan. Dan itu terjadi bukan pada manusia, melainkan pada seekor anjing. Tuhan Yesus sungguh ajaib dan luar biasa. Apa yang menjadi dasar doa kami sore itu adalah ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini. "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20). Kami memutuskan untuk sepakat, bersatu dalam doa, dalam nama Yesus yang bertahta di dalam hidup dan keluarga kami. Kami menyerahkan permasalahan ke dalam tanganNya dan berdoa, kemudian percaya penuh bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Dan hasilnya luar biasa. Yesus luar biasa. Terkadang ada orang yang ragu apakah Tuhan mau menjawab doa mereka. Apakah masalah mereka cukup layak untuk mendapat uluran tangan Tuhan. Seorang teman pernah berkata "masalahku tidak separah masalah-masalah berat yang dialami sebagian orang, dan Tuhan sudah terlalu sibuk mengurus berbagai masalah berat, pastilah masalah saya tidak lagi sempat diurusNya.." Tidak, tidak demikian. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk! Dia selalu mendengarkan doa kita. "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu" (Yeremia 29:12). Tuhan siap menjawab doa-doa kita dan memberikan mukjizatnya. Apa yang kita perlukan adalah :
- Percaya "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24)
- Tetap hidup kudus sesuai firman Tuhan "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."(Yakobus 5:16b)
- Berani melakukan langkah iman, dan melakukannya dalam nama Yesus "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:17-18)
- Meminta sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekedar memuaskan hawa nafsu duniawi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3)
Kepada Yesus telah diserahkan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:18), maka mintalah dalam Yesus, dan Bapa di surga akan mengabulkannya. Tuhan sanggup melakukan mukjizat dalam hidup kita, anak-anakNya yang selalu taat untuk hidup kudus dan percaya sepenuhnya pada kuasaNya. Jika Tuhan sanggup menyembukan seekor anjing kecil, Dia pasti sanggup melakukan mukjizat atas hidup kita. Seperti apa yang diucapkan Ayub: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2), percayalah, Tuhan pasti selalu memberikan jawaban yang terbaik. He never fails!

Mukjizat terjadi pada orang yang percaya pada Yesus sepenuhnya dan taat melakukan firman

Rabu, 14 Januari 2009

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bias membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking

Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.


Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Selasa, 02 Desember 2008

Minggu, 30 November 2008

Bulan Yang Indah

Desember 2008

Bank Terpercaya

Para pembaca yang budiman, ijinkanlah kami memperkenalkan diri. Kami adalah bank terpercaya yang sudah berdiri ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Kantor perwakilan kami telah tersebar di setiap negara, bahkan di setiap kota di dunia, termasuk di kota Anda. Meski kami tak menawarkan hadiah rumah megah, mobil mewah, dan uang berlimpah toh kami tetap yang paling baik. Sekalipun kami tak memberi bunga yang tinggi, kami jamin Anda akan tertarik menjadi nasabah kami, karena kami memberi bukti bukan janji. Melalui cara yang amat mudah Anda dapat langsung menjadi nasabah kami dan… kami jamin seumur hidup Anda tidak akan menyesal, karena bank kami bebas likuidasi. Satu lagi keistimewaan kami, tabungan Anda pasti abadi selama-lamanya. Bagaimana, Anda tertarik menjadi nasabah kami?

Sebelum Anda mendaftar sebagai nasabah, perlu diinformasikan bahwa kami memang berbeda dengan bank-bank yang pernah ada dan akan ada. Perbedaannya ialah kami tidak menerima tabungan atau deposito berupa uang atau logam mulia, karena semua itu tidaklah abadi. Alias bisa digerogoti oleh inflasi dan devaluasi juga tidak bisa Anda bawa kalau Anda mati.

Jadi, apa yang dapat Anda tabungkan di bank kami? Kami hanya menerima perbuatan-perbuatan yang bernilai abadi. Inilah daftar perbuatan yang bernilai kekal: (1) Percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi sehingga Anda mendapat hidup kekal (Yoh. 3:16); (2) memperdalam pengenalan diri Anda akan Kristus (Yoh. 17:3); (3) menambah saldo iman, pengharapan dan kasih Anda, karena menurut Rasul Paulus ketiga hal itulah yang bernilai kekal (1 Kor. 13:13); (4) memberikan sebagian uang Anda untuk orang lain yang kekurangan dan mendukung pekerjaan Tuhan sehingga uang itu berdampak luas – tidak hanya untuk diri Anda sendiri – dan panjang; (5) Mendoakan dan memperkenalkan Kristus kepada yang belum percaya, supaya mereka memperoleh hidup kekal.

Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan diri Anda untuk menjadi nasabah BSA (Bank Surga Abadi). Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Layanan Pelanggan kami di nomor: 0-800-M-A-T-I-U-S-6:19-21 (bebas pulsa). – PWY

Senin, 01 Desember 2008

Ibrani 8

APAKAH ALLAH LUPA?

Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka

(Ibrani 8:12)

Allah rindu mengampuni para pendosa! Namun, dalam benak banyak orang, pemikiran ini rasanya terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Tak terhitung khotbah yang telah disampaikan untuk meyakinkan orang-orang yang dibebani rasa bersalah bahwa ini benar. Kebanyakan khotbah menekankan bahwa Allah tak hanya mengampuni pendosa, tetapi juga lupa akan dosanya. Saya sendiri sering berkata demikian pada diri saya, tanpa meragukan kebenarannya.

Pada suatu hari Minggu saya mendengar khotbah yang benar-benar mengubah pemikiran saya. Saya merasa tertarik ketika pembicara itu berkata, "Saya tidak terlalu yakin pada ajaran bahwa Allah lupa pada dosa saya. Lagi pula, bagaimana jika seandainya Dia tiba-tiba ingat? Bagaimanapun, hanya yang tidak sempurna yang bisa lupa, akan tetapi Allah adalah sempurna."

Ketika saya mempertanyakan dasar alkitabiah atas pernyataan tersebut, pendeta itu membaca Ibrani 8:12, "Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Lalu ia berkata, "Allah tidak mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita -- Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan mengingatnya lagi! Janji-Nya untuk tidak mengingat dosa kita lebih kuat daripada mengatakan bahwa Dia akan lupa pada dosa kita. Sekarang, janji itulah yang meyakinkan saya!"

Apakah Anda khawatir masih ada dosa-dosa tertentu yang akan menyebabkan Anda dihukum suatu hari nanti? Karena Kristus mati demi dosa-dosa kita (1 Korintus 15:3), Allah berjanji untuk mengampuni kita dan tak akan mengingat dosa kita lagi (Mazmur 103:12) - J

UNTUK MENIKMATI MASA DEPAN

TERIMALAH PENGAMPUNAN ALLAH ATAS MASA LAMPAU

Selasa, 02 Desember 2008

1 Korintus 15:51-58

TAKUT SETENGAH MATI

Juru Selamat kita Yesus Kristus, yang melalui Injil telah mematahkan kuasa maut

dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa

(2 Timotius 1:10)

Baris pembuka sebuah lagu country, "Sarabeth is scared to death ..." [Sarabeth takut setengah mati] menggambarkan kepada pendengarnya mengenai hati seorang gadis remaja yang sangat ketakutan karena didiagnosa menderita penyakit kanker. Lirik lagu Skin (Sarabeth) memaparkan pergumulan yang dihadapinya. Pergumulannya itu tidak hanya berkaitan dengan penyakit dan pengobatannya, tetapi juga berhubungan dengan bukti nyata dari pergumulannya, yaitu rambutnya yang rontok (judul lagu tersebut diambil dari sini). Ini adalah lagu kemenangan yang menyentuh di tengah-tengah suatu tragedi, ketika Sarabeth menghadapi ketakutan hidup-dan-mati yang memang mengerikan akibat kanker yang dideritanya tersebut.

Bayangan kematian menghadang setiap manusia. Namun, entah kita menghadapi kenyataan tersebut dengan rasa takut atau dengan penuh keyakinan, tidak tergantung pada ada atau tidaknya pandangan hidup yang baik atau sikap positif. Cara kita menghadapi kematian, seluruhnya tergantung pada apakah kita memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, yang memberikan diri-Nya untuk mati supaya kematian itu sendiri dapat dipatahkan.

Rasul Paulus pernah menulis kepada Timotius bahwa Juru Selamat kita adalah Dia yang "melalui Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa" (2 Timotius 1:10). Dengan demikian, kita tidak perlu merasa takut setengah mati pada saat melewati masa-masa hidup yang paling sulit sekalipun.

Kita dapat hidup dengan penuh keyakinan dan harapan karena Yesus telah menaklukkan maut - WE

KARENA KRISTUS HIDUP KITA TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP KEMATIAN

Rabu, 03 Desember 2008

Kisah Para Rasul 26:8-18

SAAT ITULAH SAYA TAHU

Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka,

supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang

(Kisah Para Rasul 26:17,18)

Lampu panggung meredup ketika Tom Whittaker mulai menyanyikan Mary, Did You Know? Petikan gitar yang lembut dan mantap dengan indah mengiringi suaranya yang tenang dan dalam. Istrinya, Gloria, mengatakan ketika pertama kali mendengar Tom menyanyikan lagu itu, Gloria jatuh cinta kepadanya.

Banyak orang yang mengenal Yesus sebagai Juru Selamat dapat menunjuk suatu momen khusus yang membuat mereka menyadari besarnya kasih Allah yang mengagumkan bagi mereka. Saat itulah, mereka memahami kasih Allah. Ray Boltz menggambarkannya dalam lagu:

Pada kejadian itu/Saat itu pula aku mengerti/ Bagaikan berjalan dalam gelap/Cahaya muncul menerangi.

Paulus menemukan momen seperti itu ketika menuju Damsyik. Pertemuan pertamanya dengan Yesus mengubahnya dari seorang penganiaya kejam orang kristiani menjadi misioner besar yang pertama. Berkat pengalaman yang membuka matanya ini, kasih Paulus yang baru kepada Juru Selamat mendorongnya untuk mewartakan Injil kepada setiap orang yang ditemuinya (Kisah Para Rasul 26).

Mungkin Anda tahu tentang Kristus, tetapi tak pernah memercayakan keselamatan kepada-Nya. Yohanes menulis, "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup" (1 Yohanes 3:14). Namun, pernyataan itu hanya berlaku bagi mereka yang mencari pengampunan dari Yesus.

Karena kasih Allah, Anda juga bisa "memperoleh pengampunan dosa" melalui Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 26:18) dan "dilahirkan kembali" (Yohanes 3:3). Sekaranglah waktunya - CK

MENGETAHUI BAHWA ALLAH ADA

BERBEDA DENGAN MENGENAL ALLAH YANG SEBENARNYA

Kamis, 04 Desember 2008

Kolose 3:8-17

KARYA SENI ALLAH

... mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui

untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya

(Kolose 3:10)

Vincent Van Gogh membeli cermin dan menggunakan gambaran wajahnya sendiri di banyak lukisannya. Rembrandt juga menggunakan dirinya sendiri sebagai model, buktinya ia menyelesaikan hampir 100 potret diri. Para seniman ini memiliki panutan yang sangat baik, yakni Allah sendiri, yang menggunakan gambar diri-Nya sendiri sebagai pola bagi ciptaan-Nya yang termulia (Kejadian 1:27).

Henry Ward Beecher, pendeta pada abad ke-19 yang termasyhur, berkata, "Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukiskan dirinya sendiri pada lukisan yang dibuatnya." Di dalam segala sesuatu yang kita ciptakan -- karya seni, musik, karya sastra, bahkan anak-anak kita -- akan terungkap sebagian kecil diri kita. Begitu juga dengan Allah; kita masing-masing mengungkapkan sebagian kecil dari diri-Nya. Gambaran tersebut mungkin menjadi kusam, tetapi gambar itu akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan.

Perubahan-perubahan lahiriah yang kita lakukan tidak akan memperbaiki berbagai kekurangan yang ada pada diri kita. Pakaian, kosmetik, dan operasi memang dapat membuat kita menjadi tampak seperti orang lain, tetapi tidak seperti mahakarya unik yang telah dirancang Allah dalam diri kita masing-masing. Kita memerlukan "diri" yang benar-benar baru (Kolose 3:10), diri yang diperbarui menurut gambar-Nya dan didandani dengan pakaian belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran (ayat 12).

Untuk memperbaiki citra "diri" Anda, kenakan karakter Allah dan perlihatkan citra-Nya dengan segala kemuliaan-Nya - J

ANAK-ANAK ALLAH HARUS MENCERMINKAN KEMIRIPAN DENGAN BAPA MEREKA

Jumat, 05 Desember 2008

Mazmur 112:4-9

KEBAJIKAN-NYA TETAP

Kebajikan-Nya tetap untuk selama-lamanya

(Mazmur 112:9)

Kita kerap merasa tidak bahagia saat semakin tua karena kita rindu akan "masa lalu yang membahagiakan", yaitu saat kita menikmati kesehatan, kekayaan, jabatan, atau kekuasaan. Akan tetapi, semua yang diberikan dunia ini tidak akan bertahan lama. Semua itu tidak pasti, dapat berubah, dan tidak tetap. Pada saatnya nanti, semua itu dapat diambil dari kita dan digantikan dengan kemiskinan, pengasingan, kelemahan, serta penderitaan.

Ketika kita menyadari bahwa dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dalamnya tidak kekal dan tidak bisa diperkirakan, kita akhirnya mengharapkan sesuatu yang kekal. Apa yang masih dapat kita miliki?

Pemazmur menulis, "Kebajikan-Nya [Allah] tetap untuk selama-lamanya" (112:9). Ini tidak bisa diganggu gugat dan tidak bisa lapuk oleh waktu dan keadaan. Tidak satu pun peristiwa yang terjadi di dunia ini yang bisa merampasnya. Ini tidak akan berubah, meskipun kehidupan mengambil milik kita satu per satu.

Kebajikan ini menjadi milik kita jika kita mendekat kepada Allah melalui iman kepada Yesus Kristus (lihat Roma 1:17; 3:21-26). Dialah batu karang kita, keselamatan kita, dan satu-satunya sumber kebahagiaan sejati serta kekal. Mazmur 112:1 mengatakan, "Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya."

Bersukacitalah di dalam Tuhan dan firman-Nya, maka Anda akan menemukan kebahagiaan yang sejati. Hanya Dialah yang bisa memberikan kebajikan yang akan tetap tinggal sampai selama-lamanya - DR

KITA AKAN MERASA BAHAGIA

JIKA KITA BERSUKACITA DI DALAM TUHAN

Sabtu, 06 Desember 2008

Lukas 2:25-35

MENANTIKAN ALLAH

Simeon ... seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel

(Lukas 2:25)

Penulis Henri Nouwen mengamati bahwa ternyata halaman-halaman pertama Injil Lukas dipenuhi dengan orang-orang yang sedang menanti. Mereka adalah Zakharia dan Elisabet, Maria dan Yusuf, Simeon dan Ana. Mereka semua menantikan pemenuhan janji Allah. Akan tetapi, bukannya menanti dengan sikap yang pasif, mereka justru dengan aktif mencari Tuhan setiap hari dalam hidup mereka. Nouwen menyebut sikap mereka sebagai sikap "siap sedia".

Simeon, misalnya. Alih-alih dikendalikan oleh rasa putus asa, ia justru dituntun oleh Roh yang kemudian mendorongnya untuk pergi ke Bait Allah. Kata-kata pujian yang terlontar dari mulutnya pada saat melihat bayi Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan, mencerminkan suatu teladan harapan yang penuh kesabaran kepada Allah. Ia berkata, "Mataku telah melihat keselamatan yang dari-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menyatakan kehendak-Mu bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel" (Lukas 2:30-32).

Banyak di antara kita yang menantikan jawaban doa atau pemenuhan janji dari Allah. Firman-Nya datang kepada kita, sama seperti pengalaman mereka yang disatukan dalam berbagai peristiwa yang menandai Natal pertama: "Jangan takut, hai Zakharia" (1:13); "Jangan takut, hai Maria" (1:30); "Jangan takut, [hai para gembala]" (2:10).

Apabila kita mendengarkan Allah melalui firman-Nya dan menaati-Nya, kita akan menemukan kebaikan dan kuasa-Nya ketika kita menanti-Nya - DC

WAKTU YANG DIHABISKAN UNTUK "MENANTIKAN ALLAH"

TIDAK PERNAH SIA-SIA

Minggu, 07 Desember 2008

Matius 7:15-27

RUMAH YANG KOKOH

Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh (Matius 7:25)

Menurut sebuah artikel yang dimuat di Wall Street Journal, dikatakan bahwa sebagian orang Amerika saat ini telah membangun rumah yang lebih kokoh daripada waktu-waktu sebelumnya.

Badai, banjir, dan tornado telah menyebabkan kerusakan harta benda yang bernilai jutaan dolar di seluruh negara. Karena itu, didorong oleh faktor bisnis, pemerintah, dan perusahaan asuransi, sebagian kontraktor telah membuat konstruksi rumah yang sangat kokoh dengan jendela yang mampu menahan angin berkecepatan 250 km/jam, penggunaan paku atap yang sangat kuat dan tidak mudah patah, serta material lain yang kekuatannya dapat menahan kebisingan jet supersonik.

Bolingbrook, Illinois, adalah sebuah area permukiman yang pernah hancur oleh angin tornado pada tahun 1990-an. Kemudian sebuah perusahaan konstruksi membangun rumah-rumah yang kokoh di daerah tersebut dengan harapan bahwa kejadian yang sama tidak akan terulang kembali.

Kita yang mengenal Tuhan Yesus menyadari bahwa fondasi rohani pun harus kuat dan aman. Dalam bacaan Kitab Suci hari ini, Kristus menggambarkan dengan jelas bagaimana seharusnya sebuah fondasi itu dibangun pada saat Dia merujuk pada kalimat "setiap orang yang mendengar perkataan-Ku" (Matius 7:24), demikian juga saat Dia mengajarkan Khotbah di Bukit (Matius 5-7).

Apabila kita menerima dengan iman perkataan dan karya Yesus yang dilakukan semata demi kebaikan kita, maka kehidupan rohani kita akan berdiri di atas sebuah batu yang kokoh, yaitu Yesus Kristus - DC

AGAR DAPAT BERTAHAN DALAM BADAI HIDUP

BERPEGANGLAHLAH PADA BATU KEHIDUPAN

Senin, 08 Desember 2008

Markus 4:35-41

BADAI KEHIDUPAN

Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu

(1 Petrus 5:7)

Emilie, istri seorang pendeta Jerman bernama Christoph Blumhardt yang hidup pada abad ke-19, heran melihat ketekunan suaminya dalam mendoakan jemaat. Suaminya bahkan tidak pernah tertidur saat mendoakan mereka. Suatu malam Emilie bertanya, "Apa rahasiamu sehingga dapat berdoa seperti itu?"

Suaminya menjawab, "Apakah Allah yang kita sembah begitu lemah, sehingga dengan mengkhawatirkan jemaat aku dapat mendukung kesejahteraan mereka?" Kemudian ia menambahkan, "Tidak! Setiap hari kita harus menanggalkan semua beban dan menyerahkannya kepada Allah."

Suatu sore Tuhan Yesus bersama para muridnya menyeberangi Danau Galilea. Karena kelelahan setelah seharian melayani, Tuhan Yesus pun tertidur di geladak kapal. Tiba-tiba badai melanda danau itu dengan sangat hebat, sehingga murid-murid Tuhan yang dulunya adalah para nelayan pun menjadi sangat ketakutan. Akan tetapi, Tuhan Yesus tetap tidur sampai murid-murid-Nya yang ketakutan berteriak minta tolong dan membangunkan Dia. "Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?" (Markus 4:38). Kita tahu, Yesus sudah terbiasa memercayakan diri kepada Bapa surgawi. Dengan memegang komitmen seperti itu, Yesus dapat tertidur di tengah badai yang menggelora.

Manakala kekhawatiran merasuki pikiran kita, mari serahkan semua kekhawatiran itu kepada Allah dan jangan sekali-kali kita ambil kembali (1 Petrus 5:7). Itulah rahasia bagaimana kita dapat memiliki jiwa yang penuh kedamaian meskipun sedang berada dalam badai kehidupan - VG

LEPASKANLAH BEBAN ANDA

DENGAN MENYERAHKANNYA KEPADA ALLAH

Selasa, 09 Desember 2008

Ulangan 6:4-9

GULUNGAN NASKAH KUNO

Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu

(Ulangan 6:7)

Keluarga saya sangat ingin mengunjungi pameran koleksi Gulungan Kitab Laut Mati (Dead Sea Scroll), yang dibawa dari Israel. Salinan naskah kuno dari Perjanjian Lama ini membuktikan bahwa Alkitab kita tetap akurat selama berabad-abad. Keponakan kami, Daniel dengan sangat senangnya menceritakan rencana darmawisata itu kepada teman-teman sekolahnya, "Keluarga kami akan pergi mengunjungi \'pemulung Laut Mati!\'" Kami semua tertawa mendengar kata "gulungan" yang ia eja secara keliru. Karena masih kecil ia mengubah kata "gulungan" yang tidak ia mengerti menjadi kata yang sudah ia kenal. Akan tetapi, dalam antusiasme kanak-kanaknya, ia tahu keluarga kami hendak melihat sesuatu yang luar biasa!

Kegembiraan Daniel memperlihatkan betapa pentingnya aspek rohani dalam pengasuhan anak. Nilai-nilai tidak saja ditanamkan kepada anak-anak lewat perkataan, tetapi juga melalui emosi yang kita tunjukkan. Apresiasi kita terhadap firman Allah dapat dikomunikasikan kepada anak-anak dengan berbagai cara (Ulangan 6:4-9), termasuk perbincangan kita dengan orang lain yang ia dengarkan.

Anak-anak yang masih kecil barangkali belum dapat mengerti setiap pemikiran rohani yang sedang kita diskusikan, tetapi mereka bisa menangkap sisi penting yang terkandung di dalamnya. Anak-anak dapat menarik nilai-nilai rohani dan bertumbuh dalam pengertian yang benar pada saat kita memperlihatkan dan memberi contoh tentang menghormati dan bersukacita akan firman Tuhan - HF

ANTARKAN SEORANG ANAK KE JALAN YANG HARUSNYA IA TUJU

NAMUN PASTIKAN BAHWA ANDA JUGA MELALUI JALAN TERSEBUT

Rabu, 10 Desember 2008

Kisah Rasul 9:36-43

JEJAK HATI

Dorkas .... Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah

(Kisah Rasul 9:36)

Kita meninggalkan sidik jari di kenop pintu, buku, tembok, atau keyboard. Karena setiap orang memiliki sidik jari yang berbeda, maka setiap kali kita memegang sesuatu, identitas kita pasti akan tertinggal di sana. Beberapa supermarket di luar negeri bahkan menggunakan suatu teknologi yang memungkinkan para pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan memindai sidik jari. Setiap sidik jari dan nomor rekening pelanggan didokumentasikan, sehingga untuk membayar tagihan mereka hanya perlu memindai sidik jari.

Seorang wanita yang hidup di zaman gereja mula-mula meninggalkan jejak yang lain, yaitu "jejak hati". Dorkas menyentuh hidup banyak orang dengan talentanya yang unik, yakni menjahit dan memberi baju. Ia digambarkan sebagai orang yang "banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah" (Kisah Para Rasul 9:36). Kita sebenarnya juga dapat menjadi orang yang "yang rajin berbuat baik" (Titus 2:14). Kita mempunyai jejak hati yang unik, yang dapat menyentuh hati orang lain.

Seorang penulis tak dikenal menulis sebuah doa tentang memberi semangat bagi orang lain: "Ya Allah, ke mana pun aku pergi, izinkan aku meninggalkan jejak hati! Jejak hati belas kasihan, pengertian, dan kasih. Jejak hati yang penuh kebaikan dan kepedulian yang tulus. Kiranya hatiku menyentuh orang yang kesepian, anak perempuan yang pergi dari rumah, atau ibu-ibu yang risau bahkan kakek-kakek tua. Utuslah aku untuk meninggalkan jejak hatiku. Dan, jika ada seorang yang mengatakan, "Aku tersentuh", kiranya ia merasakan kasih-Mu melalui aku."

Apakah Anda akan menaikkan doa yang sama hari ini? - AC

MANUSIA YANG MEMILIKI HATI UNTUK ALLAH

JUGA MEMILIKI HATI UNTUK MANUSIA

Kamis, 11 Desember 2008

Wahyu 22:6-17

DATANG SEGERA!

Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku

(Wahyu 22:12)

Pada akhir tahun 2004 dan di awal tahun 2005, dunia dilanda serangkaian bencana alam. Apakah ini merupakan tanda kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya? Apakah ini merupakan bukti dari murka Allah, dan hukuman-Nya atas dosa-dosa manusia? Atau, apakah ini sekadar pergolakan dari kekuatan alam?

Entah apa pun penjelasan kita terhadap kejadian ini, kita perlu melihat berbagai hal tersebut dari sudut pandang yang luas. Sudah berabad-abad kejadian seperti ini terjadi berulang kali. Tidak hanya itu, manusia sendiri pun telah melakukan perbuatan yang menimbulkan penderitaan yang biadab dan menghancurkan orang lain.

Renungkanlah salah satu peristiwa sejarah, yaitu jatuhnya Roma pada tahun 445 seperti yang digambarkan seorang pemimpin gereja: "Rakyat kami tidak percaya lagi akan masa depan, terutama mereka yang tinggal di bagian kota yang paling miskin. Mereka tidak memiliki pekerjaan, makanan, dan tidak mempunyai kesempatan hidup yang lebih baik. Di beberapa bagian kota ini memang terjadi berbagai pemberontakan, tetapi di kebanyakan tempat timbul keputusasaan yang mendalam akibat pemberontakan itu. Saya yakin Kristus mendengar tangisan kami dan Dia akan segera datang."

Bencana alam dan perbuatan manusia yang tidak manusiawi akan terus berlanjut tanpa dapat diduga sampai Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya. Kita semua merindukan kedatangan-Nya kembali karena Dia pasti akan mengubah segala sesuatunya menjadi baik - VG

SAAT DUNIA SEMAKIN KELAM - JANJI KEDATANGAN KEMBALI

SANG PUTRA ALLAH SEMAKIN TERANG

Jumat, 12 Desember 2008

Pengkhotbah 3:1-8

MENSYUKURI SEGALA MUSIM

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya (Pengkhotbah 3:1)

Saya tumbuh besar di Pantai Barat, Amerika Serikat. Di sana, sangat kecil kemungkinan salju akan turun pada hari Natal, sehingga ibu saya selalu menunjuk kabut pada dini hari untuk membuktikan bahwa sebentar lagi Natal akan tiba.

Sekarang saya dan istri tinggal di wilayah Midwest. Di sana salju turun dengan lebat saat perayaan Natal akan tiba. Saya sangat senang dapat merasakan perbedaan yang jelas di antara empat musim. Akan tetapi, saya tak melihat respons yang sama pada orang-orang yang tumbuh dewasa di wilayah Midwest. Saya pikir lucu jika mereka tak dapat merasakan syukur yang saya rasakan terhadap siklus perubahan musim yang luar biasa, yang diciptakan Allah untuk kebaikan kita semua.

Dalam Pengkhotbah 3:1-8, Salomo menyadari akan adanya siklus kehidupan. Ia berkata bahwa ada waktu untuk menanam dan untuk menuai, ada waktu untuk menangis dan untuk tertawa, ada waktu untuk meratap dan untuk menari, ada waktu untuk memeluk dan untuk menahan diri dari memeluk, ada waktu untuk berdiam diri dan untuk bicara, ada waktu mengasihi untuk dan untuk membenci.

Sama seperti Allah yang menentukan cuaca, Dia juga mengatur siklus kehidupan: "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya" (Pengkhotbah 3:1). Apakah kita akan menolak semua musim dan mengeluhkan kondisi "bersalju" di cakrawala? Atau kita percaya kepada Allah apa pun yang Dia rencanakan bagi kita?

Apa pun situasi kita saat ini, kita dapat bersyukur atas semua musim-Nya - HF

DARIPADA BERDOA AGAR KEADAAN BERUBAH

LEBIH BAIK BERDOA AGAR ADA HATI YANG BERUBAH

Sabtu, 13 Desember 2008

Mazmur 30:5-13

MUSIM DINGIN ABADI

Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai

(Mazmur 30:6)

Tidak seperti sebagian anggota keluarga saya yang lain -- yang tidak sabar ingin bermain ski menuruni bukit -- saya justru sama sekali tidak merindukan datangnya musim dingin. Ketika salju pertama mulai turun, saya akan segera menghitung hari, kapan musim dingin di Michigan berakhir.

Bayangkan dunia fiktif Narnia yang diciptakan oleh C.S. Lewis. Di situ musim dingin berlangsung selama beratus-ratus tahun. Dingin, salju basah -- tidak ada harapan musim panas akan tiba menghalau suhu yang beku dan tumpukan salju. Musim dingin abadi dan tidak pernah ada Natal! Bagi saya, hal yang paling menyenangkan dari musim dingin adalah pengharapan, kegembiraan, dan perayaan keajaiban Natal. Hidup menjadi suram bila Anda tidak memiliki harapan.

Ada sebagian orang yang jiwanya telah menjadi beku. Kekerasan hidup telah membeku dalam jiwa-jiwa mereka. Karena mengalami kekecewaan hidup, maka setiap hari mereka dirundung oleh keputusasaan. "Sepanjang malam ada tangisan," kata sang pemazmur, "menjelang pagi terdengar sorak-sorai" (Mazmur 30:6). Dalam setiap kegelapan hidup yang kita alami, Allah rindu untuk mengubah ratapan kita menjadi tarian yang penuh sukacita (ayat 12).

Daud menulis, "Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku" (Mazmur 94:19). Jika Anda berseru kepada Allah di tengah "musim dingin" Anda, maka hari ini Anda akan dapat mengalami sukacita Kristus yang lahir pada Natal - CK

YESUS DAPAT MENGUBAH DUKA ANDA MENJADI TARIAN

Minggu, 14 Desember 2008

1 Yohanes 3:16-23

JAWABAN MENGEJUTKAN

Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari Dia,

karena kita menuruti segala perintah-Nya dan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya

(1 Yohanes 3:22)

Saat ibu Josh McDowell meninggal, Josh tidak yakin apakah ibunya telah menerima keselamatan. Ia pun menjadi depresi. Apakah ibunya sudah menerima Kristus? Sebab itu ia kemudian berdoa, "Tuhan, tolong berilah aku jawaban sehingga aku dapat merasa tenang. Aku harus tahu hal ini." Sepertinya doa ini adalah permintaan yang mustahil.

Dua hari kemudian, Josh pergi ke pantai dan berjalan sendirian sampai ke ujung dermaga. Di sana ada seorang wanita tua yang sedang duduk di kursi sambil memancing. "Dari mana asalmu, Nak?" tanya si wanita. "Michigan -- Union City," jawab Josh. "Memang belum banyak yang pernah mendengar nama daerah tempat tinggal saya itu. Daerah tersebut berada di pinggiran ...." "Battle Creek?" potong si wanita tua. "Saya punya saudara sepupu di sana. Apakah kau mengenal keluarga McDowell, Nak?"

Josh terhenyak. Ia kemudian menjawab, "Ya, saya adalah Josh McDowell." "Oh, saya tidak percaya hal ini!" kata wanita itu. "Saya adalah saudara sepupu ibumu." "Apakah Anda ingat bagaimana kehidupan rohani ibu saya?" tanya Josh. "Tentu saja. Saya dan ibumu masih kecil waktu ada seorang penginjil berkhotbah di gereja di kota kami. Kami berdua maju ke altar untuk menerima Kristus." "Puji Tuhan!" seru Josh begitu keras sampai mengagetkan para pemancing yang ada di sekelilingnya.

Allah berkenan memberikan apa yang kita minta sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan menyepelekan keinginan Allah untuk menjawab doa-doa kita. Barangkali Anda akan menerima jawaban yang mengejutkan sebentar lagi - DJ

JIKA ANDA YAKIN KEPADA ALLAH

MAKA ALLAH AKAN MEYAKINKAN ANDA

Senin, 15 Desember 2008

Amsal 11:14; 12:15; 27:9

PARA PENASIHAT

Jikalau penasihat banyak, keselamatan ada

(Amsal 11:14)

Pada bulan Oktober tahun 1962, dunia seolah-olah menahan napas saat Amerika Serikat dan Rusia hampir melancarkan perang nuklir. Pada saat itu, Perdana Menteri Nikita Khrushchev telah mengirim bom nuklir ke Kuba dan Presiden John F. Kennedy memerintahkan agar bom tersebut segera dimusnahkan. Ketegangan pun menjadi sangat tinggi pada saat itu.

Kennedy kemudian menghubungi tiga orang mantan presiden Amerika Serikat untuk meminta nasihat dari mereka. Herbert Hoover yang pernah mengalami krisis ekonomi Depresi Besar; Harry Truman yang mengakhiri Perang Dunia kedua; dan Dwight Eisenhower yang pernah menjadi Panglima Tertinggi Sekutu di Eropa. Masing-masing memiliki wawasan bernilai yang dapat dibagikan. Setelah Kennedy berunding dengan ketiga penasihat yang berasal dari Gedung Putih itu, maka ia dapat mengambil keputusan adil yang menghapuskan semua krisis. Hasilnya, perang pun dapat dihindari.

Alkitab mendorong kita untuk mencari nasihat dari orang yang bijaksana. Amsal 11:14 mengatakan, "Jikalau tidak ada pimpinan jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada." Kata yang diterjemahkan "penasihat" (counsel) adalah terjemahan bahasa Ibrani untuk "mengemudikan sebuah kapal". Nasihat yang bijak akan menuntun kita ke arah yang benar.

Apakah Anda sedang mengalami krisis? Seorang yang benar-benar bijaksana akan terbuka untuk memberikan nasihat dan saran bagi orang lain. Tidakkah hari ini Anda berdoa untuk mendapatkan nasihat dari orang-orang percaya yang saleh? - HF

JIKA ANDA MENCARI NASIHAT YANG BIJAK,

MAKA ANDA MELIPATGANDAKAN KESEMPATAN UNTUK MENDAPATKAN KEPUTUSAN YANG BENAR

Selasa, 16 Desember 2008

Ulangan 6:10-19

SAAT SEMUA TAMPAK INDAH

Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan,

yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan

(Ulangan 6:12)

Bagi banyak orang, hidup ini tampak menyenangkan. Pekerjaan mereka berhasil. Rumah atau apartemen tidak butuh diperbaiki. Rekening uang di bank mereka surplus. Keluarga sehat dan bahagia. Teman-teman pun setia.

Akan tetapi, saat yang menyenangkan dapat menimbulkan bahaya. Pada saat seperti itu, kenyamanan dan kesenangan duniawi dapat menjadi sangat penting sehingga kita tidak memberi banyak tempat bagi Allah dalam pikiran kita. Kesejahteraan dapat segera menjadi tolok ukur kepuasan hidup.

Allah tahu bahwa hal seperti di atas dapat terjadi pada anak-anak-Nya pada saat mereka memasuki Tanah Perjanjian. Oleh sebab itu, Dia mengingatkan mereka agar tidak melupakan sumber dari segala anugerah yang mereka terima (Ulangan 6:12). Dia memberi perintah yang jelas agar mereka:

· takut kepada Tuhan (ayat 13);

· melayani Dia (ayat 13);

· tidak berpaling kepada ilah-ilah lain (ayat 14);

· tidak mencobai Tuhan (ayat 16);

· berpegang pada perintah-perintah-Nya (ayat 17); dan

· melakukan apa yang baik dan benar (ayat 18).

Para sejarawan pernah berujar bahwa dorongan iman biasanya menurun pada saat-saat yang sejahtera. Namun, hal itu tak perlu terjadi pada kita jika kita belajar dari pengalaman orang Israel dan patuh pada perintah-Nya.

Marilah kita selalu mengingat Allah, terutama ketika semua terasa indah - HL

KESEJAHTERAAN DAPAT MENJADI ALAT PENGUJI KARAKTER

YANG LEBIH BAIK DARIPADA KEMISKINAN

Rabu, 17 Desember 2008

Roma 8:18-28

KEBAIKAN DARI KEJAHATAN

Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan

bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah

(Roma 8:28)

Peristiwa hidup dapat menantang kepercayaan kita pada Kitab Suci. Roma 8:28 mengajarkan bahwa Allah dapat mendatangkan kebaikan dari "segala sesuatu". Namun, di bulan Agustus 2004 "segala sesuatu" tersebut agaknya sulit untuk diterima. Beberapa waktu lalu, teman saya menghubungi saya dan orang lain untuk memohon doa bagi anak laki-laki serta tunangannya yang hilang. Itu sama sekali bukan watak Jason dan Lindsay. Kami takut terjadi hal yang paling buruk. Beberapa hari kemudian, mayat-mayat mereka ditemukan, hanya kurang dari dua minggu sebelum pernikahan mereka.

Dalam hari-hari yang penuh kesulitan, "segala sesuatu" tersebut seakan-akan tak tertanggungkan, termasuk aksi berdarah dingin tersebut. Namun, yang amat mengherankan adalah keluarga korban tetap percaya bahwa Yesus Kristus akan memecahkan masalah ini. Mereka sangat yakin Allah akan berbaik hati mendatangkan kebaikan dari kejahatan besar yang mereka alami.

Beberapa bulan berikutnya, terjadilah kisah yang sulit dipercaya. Melalui surat-surat, e-mail, dan telepon, kami mendengar bahwa orang-orang yang menyaksikan teladan ketabahan keluarga tersebut melalui liputan media massa, telah datang kepada Kristus. Nasib kekal orang-orang diubahkan dan hidup mereka dimenangkan melalui kesaksian Jason, Lindsay, dan keluarga mereka.

Tidak ada yang dapat membenarkan pembunuhan itu atau menggantikan kehidupan berharga yang telah dipangkas. Akan tetapi, sekali lagi kita diajak untuk berharap, karena kita selalu akan melihat bahwa Allah mampu mendatangkan kebaikan dari kejahatan - WE

ALLAH DAPAT MENGUBAH TRAGEDI MENJADI KEMENANGAN

Kamis, 18 Desember 2008

Ibrani 4:14-16

FAKTOR EMPATI

Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita

(Yohanes 1:14)

Saya memimpin sekelompok murid SMA dalam perjalanan misi ke Jamaika pada musim panas tahun 2005. Kami hendak membuat taman bermain untuk anak-anak tunarungu di negara kepulauan yang indah tersebut.

Banyak dari murid kami pernah mengunjungi sekolah tersebut dan bermain dengan murid-murid di sana. Namun, ada salah seorang murid remaja kami yang memiliki hubungan istimewa dengan anak-anak Jamaika tersebut. Chelsea tumbuh di dunia yang sangat sunyi. Ia tunarungu sejak lahir. Ia tidak bisa mendengar suara apa pun sampai berumur 11 tahun, yaitu sampai ia menjalani cangkok jaringan rumah siput di bagian dalam telinganya. Kini, setelah bisa mendengar 30 persen suara yang ada di sekitarnya, Chelsea dapat lebih memahami orang-orang tuli daripada murid-murid kami yang lain. Ia memiliki rasa empati yang sejati.

Empati adalah emosi yang kuat. Empati membawa kita untuk ikut merasakan penderitaan sesama yang mengalami situasi yang sama dengan kita. Emosi tersebut dapat membuat kita memberikan perhatian lebih bagi sesama yang dapat kita ajak berbagi dalam kesusahan atau kesulitan.

Teladan sikap empati yang utama adalah Tuhan sendiri. Dia menjadi manusia seperti kita (Yoh 1:14). Dia benar-benar menjadi seperti kita, hingga Dia memahami pergumulan dan kelemahan kita (Ibrani 4:15). Yesus tahu apa yang sedang kita hadapi sebab Dia sendiri menjalani beratnya hidup ini. Karena kita telah menerima kasih karunia-Nya saat kita menderita, maka kita dimampukan untuk mendampingi sesama - JB

TAK ADA PRIBADI YANG DAPAT MEMAHAMI KITA SEPERTI YESUS

Jumat, 19 Desember 2008

Filipi 2:5-11

DI ATAS SEGALA NAMA

Engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Matius 1:21)

Apabila Anda tahu dengan pasti bahwa Anda akan kehilangan suara dan tidak akan pernah dapat berbicara lagi, maka kata terakhir apa yang ingin Anda ucapkan?

Seorang laki-laki yang menderita kanker tenggorokan akan menjalani operasi yang akan menyelamatkan hidupnya, tetapi ia akan kehilangan suaranya. Persis sebelum pembedahan dilakukan, ia meluangkan waktu bersama istrinya untuk menyatakan cintanya. Ia melakukan hal yang sama kepada putrinya.

Kemudian, ia meminta dokter yang menanganinya untuk memberitahukan kapan persisnya obat bius akan membuatnya tidak sadarkan diri. Ketika laki-laki tersebut berbaring tenang untuk tidur, ia kemudian berkata dengan sangat jelas, "Yesus! Yesus!" Itulah kata terakhir yang dipilihnya untuk diucapkan di dalam hidup ini -- "Yesus!"

Seberapa berartikah nama Yesus bagi kita? Nama-nama lain, seperti nama orang-orang yang kita cintai, jelas sangat besar artinya. Akan tetapi, bagi kita yang ditebus oleh kasih karunia Allah, nama Yesus adalah nama yang paling berarti. Demikian pula bagi Bapa surgawi kita. Bapa "sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada ... dan segala lidah mengaku, \'Yesus Kristus adalah Tuhan,\' bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Filipi 2:9-11).

Di sepanjang perjalanan sisa hidup kita dan sampai selama-lamanya, marilah kita mengagungkan nama yang ajaib, yaitu Yesus - VG

NAMA YESUS SANGAT BERHARGA BAGI MEREKA YANG MENGENAL-NYA

DAN TIDAK ADA ARTINYA BAGI MEREKA YANG MENOLAK-NYA

Sabtu, 20 Desember 2008

2 Korintus 4:3-6

MELIHAT DI SAAT NATAL

Allah ... berfirman, "Dari dalam gelap akan terbit terang!"

(2 Korintus 4:6)

Selama masa Natal tahun 1879, seorang reporter agnostik [orang yang tidak peduli akan adanya Tuhan] di Boston melihat tiga orang gadis kecil berdiri di depan sebuah toko yang penuh dengan mainan. Salah satu dari ketiga gadis itu buta. Reporter itu mendengar kedua gadis lainnya menggambarkan mainan-mainan itu kepada temannya. Ia tidak pernah membayangkan betapa sulitnya menjelaskan rupa suatu benda kepada orang yang buta. Kejadian tersebut menjadi bahan berita surat kabar.

Dua minggu kemudian, reporter itu menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Dwight L. Moody. Ia datang untuk mencari-cari bukti ketidakkonsistenan penginjil itu. Ia terkejut ketika Moody menggunakan laporannya mengenai anak-anak itu untuk menggambarkan suatu kebenaran. "Sama seperti gadis buta yang tidak bisa melihat mainan," kata Moody, "demikian pula orang yang tidak diselamatkan tidak bisa melihat Kristus dalam segala kemuliaan-Nya."

Pada Natal yang pertama, hanya sedikit orang yang mengerti siapa Yesus yang sebenarnya. Banyak yang mendengar laporan para gembala dan menjadi heran, tetapi mereka tidak melihat bayi dalam palungan sebagai Putra Allah.

Pada masa sekarang, banyak orang tidak menyadari identitas Yesus yang sebenarnya karena mereka buta secara rohani. Jika Anda juga mengalami hal ini, mintalah kepada Allah untuk membukakan mata Anda. Percayalah bahwa Tuhan yang mulia telah wafat demi dosa-dosa Anda. Kemudian, berserahlah kepada-Nya. Mata Anda akan dibukakan, dan Anda akan mengenal siapa Dia yang sebenarnya - HL

ORANG-ORANG BIJAK MASIH MENCARI YESUS

Minggu, 21 Desember 2008

Mazmur 103:1-5

MENGINGAT-INGAT

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

(Mazmur 103:2)

Kadang-kadang kita terbangun dengan persendian yang nyeri, semangat yang lesu, dan bertanya-tanya bagaimana kita bisa menyingkirkan kelesuan kita serta dapat menjalani hari-hari dengan baik.

Berikut ini ada sebuah ide: Berusahalah mengucap syukur kepada Allah seperti Daud. Pikirkan dan ingatlah kembali semua "kebaikan" Allah yang layak Anda syukuri (Mazmur 103:2). Ucapan syukur akan membuahkan sukacita.

Bersyukurlah kepada Allah atas pengampunan-Nya. Dia "mengampuni semua kesalahanmu" (ayat 3), dan "melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut" (Mikha 7:19).

Bersyukurlah kepada-Nya atas kesembuhan Anda (ayat 3). Allah menggunakan kelemahan dan sakit penyakit untuk menarik Anda lebih dekat kepada kasih dan kepedulian-Nya. Dan, suatu hari ketika Tuhan datang kepada Anda, Dia akan menyembuhkan semua sakit penyakit Anda.

Bersyukurlah kepada-Nya atas penebusan hidup Anda dari kehancuran (ayat 4). Ini lebih dari sekadar menyelamatkan Anda dari kematian dini. Ini pembebasan dari kematian itu sendiri.

Bersyukurlah kepada-Nya karena memahkotai hidup Anda dengan "kasih setia dan rahmat" (ayat 4).

Bersyukurlah kepada Dia yang memuaskan hasrat Anda (ayat 5). Dialah sumber kepuasan Anda. Setiap hari, Dia memperbarui kekuatan dan semangat Anda. Dengan demikian semangat Anda akan naik dan membubung seperti rajawali.

"Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (ayat 2) - DR

UNGKAPAN SYUKUR ADALAH INGATAN AKAN HATI YANG GEMBIRA

Senin, 22 Desember 2008

Mazmur 98

SUKACITA PENEBUSAN

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib

(Mazmur 98:1)

Selama 30 Natal berturut-turut di Omaha Community Playhouse, Dick Boyd berperan sebagai Ebenezer Scrooge dalam karya klasik Charles Dickens berjudul A Christmas Carol. Ketika ia pensiun di usia 83 tahun, Boyd tak perlu lagi dirias untuk memerankan lelaki tua sinis dan kikir yang diubahkan saat Natal itu. Selama pertunjukan, perubahan dramatis dalam tokoh Scrooge tampak nyata dari wajah, suara, dan kemurahan hatinya. Sutradara yang memilih Boyd di tahun 1976 berkata, "Dick adalah orang paling tepat untuk menggambarkan sukacita penebusan."

Setiap Natal mengingatkan kita akan kasih karunia Allah yang ditunjukkan kepada kita dalam karunia Yesus Kristus, Putra-Nya. Pujian Natal mencerminkan kata-kata pemazmur, "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa" (Mazmur 98:1,2). Isaac Watts dengan puitis mengungkapkan Mazmur 98 dengan kata-kata yang selalu dikenang demikian:

Hai dunia gembiralah dan sambut Rajamu!

Di hatimu terimalah!

Bersama bersyukur, bersama bersyukur,

bersama bersyukur, bersama bersyukur.

Bukti keselamatan Allah terlihat dari wajah kita, terdengar melalui suara kita, dan tercermin dalam pekerjaan tangan kita. Semoga sukacita penebusan bersinar melalui diri kita di hari Natal ini, dan sepanjang tahun berikutnya - DC

ANDA TIDAK AKAN MEMILIKI SUKACITA SEJATI DI HARI NATAL

APABILA KRISTUS TIDAK HADIR DI HATI ANDA

Selasa, 23 Desember 2008

Lukas 2:8-14

BAYI LAKI-LAKI

[Maria] melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin

(Lukas 2:7)

Iklan sebesar satu halaman penuh di surat kabar itu segera menarik perhatian saya. Di bagian atas halaman berwarna biru terang itu terdapat siluet sebuah bintang. Di tengah-tengah halaman tersebut tertulis kata-kata: Seorang anak laki-laki.

Selanjutnya, di bagian bawah tercetak petikan dari Lukas 2:11, "Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."

Pesan sederhana ini -- Seorang anak laki-laki -- menyatakan pemberian yang tidak bisa dilukiskan, yakni Juru Selamat yang datang ke dunia sebagai seorang bayi. Mengapa Dia melakukannya?

Kita membutuhkan Allah untuk mengirimkan Yesus. Karena dosa yang kita lakukan, kita terpisah dari Allah yang kudus (Roma 3:23). Diperlukan seorang Juru Selamat dan perantara yang sempurna untuk memulihkan hubungan kita. Dan, hanya Allah yang dapat memulihkan hubungan tersebut.

Allah ingin mengirimkan Yesus ke dalam dunia. Allah sangat mengasihi kita, sehingga Dia memberikan Putra-Nya (Yohanes 3:16) supaya hubungan kita dengan-Nya pulih kembali. Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang dapat memenuhi tuntutan Allah akan pengurbanan yang sempurna -- hanya Dia pribadi yang tanpa dosa (Ibrani 9:11-15). Dia dengan penuh kerelaan menyerahkan diri-Nya di kayu salib. Allah menerima pengurbanan itu dan membangkitkan-Nya dari kematian.

Karena kebutuhan kita dan kasih-Nya, Allah Bapa memberikan Putra-Nya, Yesus, kepada kita. Terimalah hadiah-Nya sekarang yang diberikan dengan cuma-cuma - AC

YESUS MATI SUPAYA KITA HIDUP

Rabu, 24 Desember 2008

Lukas 2:15-20

KEAJAIBAN

Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka

(Lukas 2:18)

Elmer Kline, seorang manajer perusahaan pembuat roti pada tahun 1921, diberi tugas untuk memberi nama produk roti tawar baru yang diproduksi perusahaan tersebut. Ketika sedang memikirkan suatu nama yang dapat "menarik perhatian", ia menemukan jawabannya di tempat yang tidak terduga-duga. Ketika mengunjungi lapangan Indianapolis Motor Speedway, ia berhenti untuk melihat Festival Balon Internasional.

Ia kemudian menggambarkan pemandangan balon-balon udara yang indah, yang melintasi langit Indiana sebagai sesuatu "yang mengagumkan dan mengherankan". Sebuah pemikiran muncul di benaknya, dan ia menyebut produk barunya Wonder Bread (Roti Ajaib). Sampai hari ini, kemasan roti Wonder Bread dihiasi oleh gambar balon yang berwarna-warni.

Akan tetapi, keajaiban (wonder) adalah kata yang mengandung makna yang lebih penting daripada sekadar selembar roti atau balon udara. Sebuah kamus mendefinisikan keajaiban sebagai "penyebab keheranan atau kekaguman". Inilah kata yang menggambarkan pengalaman semua orang yang berada di sekitar peristiwa kedatangan Yesus ke dunia -- para malaikat, Maria, Yusuf, para gembala, dan semua orang yang mendengarkan cerita mereka. Lukas mengatakan bahwa mereka "heran" (2:18). Bagi mereka semua, berusaha memahami kelahiran Kristus adalah sebuah latihan untuk menghadapi keajaiban.

Semoga pada saat merayakan Natal, kita semua dipenuhi oleh perasaan kagum terhadap keajaiban kasih dan kedatangan-Nya! - WE

HIDUP ANDA AKAN PENUH DENGAN KEAJAIBAN

APABILA ANDA MENGENAL KRISTUS SANG NATAL

Kamis, 25 Desember 2008

Matius 2:11-15

HADIAH YANG PAS

Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah

(Roma 12:1)

Seorang anak laki-laki bingung melihat orang-orang saling bertukar hadiah pada saat pagi di hari Natal, dan bukannya memberikan hadiah kepada Yesus. Sementara itu, di Sekolah Minggu ia diajarkan bahwa Natal adalah hari ulang tahun Sang Juru Selamat. Akhirnya, sesudah lama terdiam, ia lalu bertanya, "Mama, kapan kita akan memberikan hadiah untuk Yesus? Bukankah ini adalah hari ulang tahun-Nya?"

Aneh, bukan? Kebanyakan dari kita memberikan hadiah kepada setiap orang kecuali kepada Dia yang ulang tahun-Nya kita rayakan. Pertanyaan yang bagus untuk kita renungkan adalah: Apa yang akan saya berikan kepada Tuhan Yesus pada hari Natal kali ini? Jika Anda belum pernah memercayai Dia sebagai Juru Selamat, maka hal yang paling Dia rindukan dari Anda adalah hati yang percaya. Mengapa Anda tidak menaruh iman pada kematian Yesus yang berkurban di salib supaya Anda bisa diselamatkan dari dosa?

Apabila karena iman Anda sudah mengenal Kristus sebagai Sang Juru Selamat, maka hal paling indah yang dapat Anda lakukan pada hari Natal kali ini adalah memberikan hadiah yang paling dirindukan Allah dari diri Anda, yaitu berupa tubuh Anda sendiri (Roma 12:1).

Tubuh kita harus digunakan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh Allah. Karena kita telah menerima karunia keselamatan dari-Nya, maka sangat masuk akal apabila kita mempersembahkan diri kita kepada Bapa surgawi. Apabila kita menyerahkan diri kita, berarti kita memberikan hadiah Natal yang benar-benar pas kepada-Nya! - RD

BERIKAN SELURUH HIDUP ANDA KEPADA KRISTUS

DIA TELAH MEMBERIKAN SELURUH HIDUP-NYA KEPADA ANDA

Cerita NATAL 2008

Sukacita Natal

“Apa yang ada di belakang dan di depan kita adalah persoalan kecil, dibanding dengan yang ada di dalam hati kita.” Demikian untaian kata yang dirangkai oleh Oliver Wendell Holmes (1809-1894), sang penyair sekaligus dokter dari negeri Paman Sam. Pernyataan tersebut mengingatkan betapa seringnya kita mengalami hal-hal negatif justru karena faktor di dalam bukan di luar diri kita. Contohnya banyak orang mengalami ketakutan yang berlebihan. Tapi setelah dicermati ternyata itu hanya perasaan takut yang tidak berdasar. Atau ada sebagian orang lagi yang tidak pernah merasakan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak memiliki hal-hal yang cukup membuat mereka bahagia. Sebaliknya meski mereka mempunyai banyak alasan untuk berbahagia mereka selalu merasa diri mereka orang yang paling malang. Memang sikap hati dan cara pandang lebih menentukan ketimbang apa yang kita alami.

Tokoh-tokoh natal adalah pribadi-pribadi yang patut diteladani, karena mereka memiliki sikap hati dan cara pandang yang benar sehubungan dengan natal. Yusuf, Maria, para gembala, dan para Majus penuh dengan sukacita ketika mereka menyembah Bayi Yesus meski sosok Yesus jauh dari konsep Mesias yang diidam-idamkan oleh sebagian besar orang Israel. Meski Maria harus melahirkan Sang Mesias di kandang yang kumuh dan bau, namun ia tetap bersukacita. Walau Raja di raja dibaringkan dalam palungan yang kotor tapi para gembala itu tetap penuh bahagia selepas menyembah-Nya (Luk. 2:20). Orang Majus yang telah menempuh perjalanan nan panjang tetap bergembira ria meski menjumpai Yesus bukan di istana mewah tapi rumah bersahaja (Mat. 2:10). Mereka, para tokoh natal pertama, memiliki sukacita natal meski berhak kecewa karena Sang Bayi Natal tak lahir dalam situasi yang glamor dan megah. Sikap itu mereka miliki karena mereka percaya bahwa Bayi itulah Mesias yang dijanjikan, Sang Juru Selamat umat manusia.

Mungkin di antara Anda ada yang melewati natal tahun ini dalam suasana yang kurang menyenangkan. Mungkin Anda sedang dirundung masalah rumah tangga, atau Anda sedang terbaring lemah karena sakit. Atau pun Anda sedang dililit persoalan keuangan, atau baru ditinggalkan orang yang dikasihi. Meski demikian, mari kita tetap merayakan natal dengan penuh sukacita. Sebab persoalan natal bukanlah di luar diri kita, tapi di dalam diri kita. Yaitu Kristus, Sang Juru Selamat yang lahir di hati kita telah memberikan keselamatan dan kedamaian. Oleh sebab itu tiada hal yang menghalangi kita untuk bersukacita. PWY

Jumat, 26 Desember 2008

Yohanes 10:22-30

GEMPA DAHSYAT

Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya

dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku

(Yohanes 10:28)

Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa mengguncang seluruh bumi. Banyak orang memang tidak merasakannya, tetapi wilayah Asia Selatan dan beberapa wilayah Afrika mengalami tsunami yang memiliki efek merusak sebagai akibatnya. Akan tetapi, menurut laporan reporter Randolph Schmid, "Tidak ada bagian bumi yang tidak terguncang oleh gempa tersebut." "Gempa itu," katanya, "mengguncang seluruh permukaan bumi."

Seorang filsuf yang berasal dari Denmark dan hidup pada abad ke-19, Soren Kierkegaard, mengatakan bahwa dunianya terguncang hebat pada saat ayahnya yang saleh mengatakan kepadanya bahwa sang ayah telah menghujat Allah karena mengalami penganiayaan oleh orang lain. Tindakan ayahnya itu sangat mengguncang Soren, sehingga ia menyebut kejadian tersebut sebagai "Gempa yang Dahsyat". Sepanjang sisa hidupnya, ia masih bertanya-tanya bagaimana apabila keluarganya dikutuk oleh Allah karena tindakan yang dilakukan oleh ayahnya.

Kita juga telah atau mungkin akan mengalami "gempa bumi" dalam hidup kita. Akan tetapi, akan sangat menghibur kita jika mengetahui bahwa dalam keadaan paling buruk sekalipun, iman kita kepada Allah dapat -- dan akan -- menopang kita. Bagaimanapun juga, "Dia mengendalikan seluruh dunia di tangan-Nya," dan itu berarti, "Dia memelihara Anda dan saya, Saudara-saudari, dalam tangan-Nya."

Tak seorang pun, atau bencana apa pun, bisa merampas kita dari tangan Bapa surgawi (Yohanes 10:28,29). Tangan-Nya akan selalu menopang kita selamanya - VG

MASA DEPAN YANG BELUM KITA KETAHUI

AMAN DI TANGAN ALLAH KITA YANG MENGETAHUI SEGALANYA

Sabtu, 27 Desember 2008

1 Tawarikh 21:1-13

MEWASPADAI DOSA TERAKHIR

Berkatalah Daud kepada Allah: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini"

(1 Tawarikh 21:8)

Rasul Paulus mengatakan bahwa kita harus "menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani" (2 Korintus 7:1). Meskipun menurut orang-orang yang berada di sekeliling kita, kita sepertinya menjalani hidup yang bersih dan bermoral, tetapi di dalam roh, kita barangkali masih memiliki sikap yang membuat Tuhan berduka. Karena dosa rohani tidak tampak oleh mata, tetapi tersembunyi di dalam hati, maka kita cenderung mengabaikannya sampai dosa tersebut menimbulkan kejahatan nyata yang mengungkapkan keberadaannya.

Kehidupan Raja Daud menggambarkan kedua aspek dosa ini. Nafsunya terhadap Batsyeba membuatnya melakukan perzinaan dan pembunuhan (2 Samuel 11,12; Mazmur 32:5), sehingga menyebabkan penderitaan yang hebat bagi hidupnya sendiri serta celaan terhadap bangsa Israel. Kemudian, di usia senjanya, ia takluk kepada godaan Setan untuk mengadakan sensus (1 Tawarikh 21:1-6). Tindakan yang tampaknya tidak mengandung dosa apa pun ini ternyata telah membuat Allah berduka (ayat 7,8) karena Daud menyombongkan kekuatan militernya. Ia jelas-jelas telah menyeleweng dari ketaatan total kepada Allah, yang secara ajaib sudah kerap kali menyelamatkan dirinya, untuk kemudian memercayai kekuasaan dan kekuatan dirinya sendiri.

Dari luar, mungkin bagi orang lain sepertinya kita memenangkan peperangan melawan dosa. Namun, kita harus senantiasa waspada terhadap dosa roh, khususnya kesombongan. Dosa ini bisa menyebabkan kita tersandung dan jatuh, bahkan di akhir perjalanan hidup - DJ

KESOMBONGAN DAN NAFSU ADALAH BATU TERSEMBUNYI

YANG MEMBUAT BANYAK ORANG TERSANDUNG

Minggu, 28 Desember 2008

Lukas 19:37-44

HATI KRISTUS

Sekiranya ... mataku jadi pancuran air mata,

maka siang malam aku akan menangisi orang-orang putri bangsaku yang terbunuh!

(Yeremia 9:1)

Ketika sedang mengisi sebuah survei lewat internet, muncul sebuah pertanyaan, "Hal apakah mengenai Anda yang tidak disangka-sangka oleh orang lain?" Jawabannya adalah bahwa sesungguhnya saya sangat sentimental. Pada saat melihat film, tenggorokan saya akan tercekat ketika irama biola yang mengiringinya mengalun semakin keras, mata para tokohnya mulai berlinang air mata, dan seorang anak lelaki menemukan anjingnya yang telah lama hilang-atau situasi yang mirip dengan itu. Saya menjadi sensitif ketika keadaan-keadaan seperti itu muncul.

Memang, perasaan kita mudah hanyut pada saat melihat para tokoh dan peristiwa fiktif. Namun, lain persoalannya ketika kita merasakan kesedihan dan kedukaan mendalam melihat jiwa-jiwa dan berbagai kebutuhan mereka di dunia nyata. Hati yang hancur karena menggumulkan orang-orang yang memberontak, menderita, terhilang, dan patah hati, mencerminkan hati dan belas kasihan Yesus yang menangisi Yerusalem yang suka melawan (Lukas 19:41).

Saat umat yang dipimpin Yeremia menjauh dari Allah dan kasih-Nya, ia juga merasa ingin menangis. Ia merasakan beban berat di hati Allah dan juga kehancuran umat-Nya. Menangis tampaknya menjadi satu-satunya reaksi yang tepat (Yeremia 9:1).

Pada saat kita melihat kondisi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, mohonlah kepada Allah supaya kita diberi hati yang mencerminkan hati Yesus Kristus, yaitu hati yang menangis bersama dengan-Nya atas dunia yang terhilang dan kemudian menjangkau mereka dalam kasih - WE

BELAS KASIHAN SEJATI ADALAH KASIH DALAM PERBUATAN

Senin, 29 Desember 2008

Yohanes 16:1-15

SANG PEMANDU TOUR

Apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memim-pin kamu ke dalam seluruh kebenaran

(Yohanes 16:13)

Saat di London, saya menikmati jalan-jalan pertama saya dengan bus tingkat. Selama dua jam perjalanan yang menyenangkan, saya diberi penjelasan mengenai berbagai tempat terkenal dan sejarah kota. Saya takjub melihat segala hal yang sebelumnya sudah saya lihat, tetapi tidak pernah saya perhatikan. Saya juga takjub mendengar berbagai kisah luar biasa tentang tokoh-tokoh, mulai dari Lord Horatio Nelson hingga William Shakespeare. Rute yang dipilih dan pemandangan yang jelas memberi saya cara pandang yang baru tentang kota ini.

Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa ada saja hal baru yang dapat dipelajari di setiap tempat, terutama bila kita memiliki seorang pemandu. Beberapa tahun silam, seorang teman mendorong saya untuk membaca seluruh isi Alkitab setiap tahun. Setiap kali saya melakukannya, Roh Kudus menunjukkan hal-hal baru lewat perikop-perikop yang terkenal.

Yesus berbicara tentang Roh Kebenaran, "Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku" (Yohanes 16:13,14).

Sungguh indah menantikan apa yang akan kita pelajari dari Alkitab setiap hari. Ketika kita membaca setiap halaman, Roh Kudus sangat ingin menunjukkan kepada kita hal baru yang akan memenuhi kebutuhan kita. Nikmatilah tur yang dipandu oleh Roh Allah yang akan menerangi hidup Anda - DC

DENGAN FIRMAN ALLAH SEBAGAI PETA DAN ROH-NYA SEBAGAI KOMPAS

YAKINLAH ANDA BERADA PADA ARAH YANG BENAR

Selasa, 30 Desember 2008

1 Korintus 13:8-13

PENGLIHATAN YANG KABUR

Sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar

(1 Korintus 13:12)

Ketika saya masih kecil, saya harus mengenakan kacamata. Yang menarik, penglihatan saya membaik, dan mulai SMA sampai usia 40 tahun saya tidak memerlukan kacamata lagi. Pada rentang usia yang penting itu, saya memiliki penglihatan yang sangat baik. Sekarang, karena degradasi alami yang terjadi pada mata, saya kembali mengenakan kacamata untuk melihat jauh dan dekat. Tanpa kacamata, penglihatan saya kabur.

Mengenai "penglihatan rohani" kita, Rasul Paulus berkata, "Sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka" (1 Korintus 13:12). Kata samar-samar (enigma dalam bahasa Yunani) mengandung arti bahwa sebagus apa pun penglihatan rohani kita dalam kehidupan duniawi sekarang, tetaplah tidak sempurna.

Zaman dahulu, orang tidak memiliki cermin yang jelas seperti zaman sekarang. Sebagai gantinya, cermin pada zaman itu dibuat dari logam yang dikilapkan, dan cermin itu memberikan bayangan yang samar-samar, tidak jelas. Yang terlihat melalui cermin hanyalah perwujudan tidak sempurna dari apa yang bisa tampak jelas jika dilihat langsung.

Jika Anda menanyakan apa yang sedang dikerjakan Allah dalam hidup Anda, teruslah memercayai-Nya dan carilah kejelasan jawabannya melalui doa dan firman-Nya.

Saat ini, pemahaman kita memang masih terbatas (1 Kor 13:9). Penglihatan rohani kita masih kabur, tetapi kelak kita akan melihat dengan jelas di surga. Kita akan melihat Yesus "muka dengan muka" - HF

SEKARANG KITA BERTEMU YESUS MELALUI ALKITAB

TETAPI KELAK KITA BERTEMU YESUS MUKA DENGAN MUKA

Rabu, 31 Desember 2008

Amsal 1:1-7

BEBAS DARI KETAKUTAN

Hai orang-orang yang takut akan Tuhan, percayalah kepada Tuhan! -- Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka (Mazmur 115:11)

Di dalam dunia yang semakin berbahaya ini, pikirkan apa saja yang harus kita takuti: Ancaman teroris yang mengerikan, tingkat kejahatan yang menakutkan, bencana alam yang semakin meningkat, krisis energi yang semakin nyata, ... Allah.

Ya, Allah. Ironis, bukan? Dalam dunia yang penuh dengan hal-hal yang menakutkan, satu-satunya tempat pengungsian dan perlindungan kita juga adalah Dia yang harus kita takuti.

Renungkanlah kata-kata Salomo, "Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya" (Amsal 14:26). Kemudian, perhatikanlah ayat berikutnya, "Takut akan Tuhan adalah sumber kehidupan."

Kita berusaha untuk menghindari hal-hal yang menakutkan dalam hidup ini, karena itu mengganggu kedamaian kita. Akan tetapi, kita diajak untuk takut -- takut kepada Allah. Bagi mereka "yang takut akan Tuhan ... Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka" (Mazmur 115:11).

Iman kita kepada Allah dapat membebaskan kita dari ketakutan akan dunia (Mazmur 23:4) -- tetapi hanya karena iman, kita bersandar pada ketakutan yang berbeda dari ketakutan duniawi. Amsal 29:25 mengatakan, "Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada Tuhan, dilindungi."

Takut akan Allah itu berarti merasakan pesona-Nya. Apabila kita mengakui kebesaran itu dan percaya kepada-Nya, kita tidak ingin lagi berdosa terhadap-Nya. Dia menjadi tempat pengungsian kita dari ketakutan akan dunia ini. Dalam diri-Nya kita menemukan kedamaian - JB

MEREKA YANG TAKUT AKAN ALLAH

TIDAK PERLU TAKUT TERHADAP DUNIA

Bubur Ayam Spesial

Kata orang penyesalan itu selalu datang terlambat. Dan biasanya penyesalan hadir mengikuti kesalahan yang kita buat. Atau Juga kita kurang sungguh-sungguh dalam menggapai sebuah tujuan, sehingga kegagalan yang kita raup. Atau kesalahan itu adalah sebuah dosa. Dalam penyesalan kerap kali saya, dan mungkin juga Anda, berkata kepada diri sendiri, “Ah... seandainya waktu ini dapat diputar kembali... pasti aku tidak akan mengulangi kesalahan yang konyol itu.” Kalau sudah begini kita seringkali mengutip peribahasa, Apa lagi mau diperbuat? “Nasi sudah menjadi bubur.”

Tapi ngomong-ngomong siapa sih yang tak pernah melakukan kesalahan? Orang bilang ada dua macam manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. 1. manusia yang belum lahir dan 2. manusia yang sudah mati. Jadi, semua orang (yang masih hidup), tanpa terkecuali, pasti pernah melakukan kesalahan! Abraham pernah berbohong, Musa pernah melanggar perintah Tuhan sehingga ia dicekal masuk ke tanah Kanaan. Daud pernah melanggar tiga perintah Allah sekaligus. Petrus pun pernah menyakiti hati Yesus.

Jika demikian, apa yang dapat kita teladani dari mereka, toh mereka melakukan kesalahan juga? Yang pasti kita harus belajar dari sikap mereka menghadapi kesalahan. Saat itu mereka tidak terpuruk ke dalam lubang penyesalan tanpa ujung, dan seolah-olah inilah the end of the world. Namun sebaliknya, mereka melihat kesalahan adalah sebuah pelajaran berharga, dan modal untuk terus maju. Misalnya Petrus, meski ia begitu menyesali kesalahannya tapi ia datang kembali kepada Yesus. Dan ia menjadikan kegagalan sebagai momen penting baginya untuk memperbaharui komitmennya dalam mengikut dan melayani Yesus.

Bila saat ini Anda sedang dirundung penyesalan karena kesalahan yang Anda telah buat, petiklah pelajaran dari kesalahan itu. Ayo bangkit dan terus menjalani hidup ini! Bila nasi sudah menjadi bubur, toh kita dapat mengisinya dengan cakue, daging ayam, daun bawang, telor, kacang dan cabai sehingga menjadi semangkok bubur ayam spesial! – millis