1 Januari 2009
Kematian - Kematian Kecil
Ayat bacaan: Mazmur 141:8
"Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku!"
Bertemu dengan orang-orang yang meruntuhkan mental kita merupakan hal yang tidak sepenuhnya bisa kita hindari. Hampir setiap hari kita akan bertemu dengan orang-orang, yang, baik lewat sikap dan tingkah lakunya maupun perkataan-perkataan mereka dapat membuat mental atau rasa percaya diri kita jatuh. Di kantor, di sekolah, di kampus, di lingkungan rumah, di kalangan teman, seringkali kita merasakan hal ini. Mungkin mereka tidak bermaksud menjatuhkan, tapi efeknya bisa seperti sebuah pukulan yang mampu membuat kita knock out, secara mental. Seorang teman pernah merasa sakit hati ketika idenya untuk membuat studio desain "dilecehkan" oleh dosennya. "ngapain kamu mikir sampai sejauh itu? mending belajar dulu yang benar deh... nggak pantes.." Perkataan itu keluar cuma sekian detik, namun efeknya masih dirasakan teman saya sampai sekarang. Padahal itu terjadi tahun 2003.
Tanpa kita sadari, tanpa kita inginkan, tanpa bermaksud, terkadang kita menempatkan diri kita pada kematian-kematian kecil. Yang saya maksud dengan kematian-kematian kecil adalah berbagai hal kecil yang bisa membuat kita makin lama makin kehilangan kedamaian dan sukacita yang berasal dari Tuhan, atau kehilangan keyakinan diri dan sebagainya. Ada orang yang lebih suka pada kebohongan yang terasa nikmat ketimbang kebenaran. Ada orang yang menolak kesempatan untuk diberkati, ada juga yang melewatkan kesempatan untuk memaksimalkannya. Ada banyak orang yang cenderung mempercayai pandangan orang lain yang keliru tentang dirinya, ada banyak orang mengalami kepahitan dan sulit bangkit ketika mendapat kritikan atau perkataan menyakitkan dari orang lain. Mungkin anda pun pernah merasa demikian, ketika anda merasa bahwa anda tidak berguna dan tidak mampu apa-apa, akibat perkataan seseorang yang menjatuhkan rasa percaya diri anda. Ironisnya terkadang hal itu malah diperoleh dari rumah, lewat perkataan orang tua ataupun saudara sendiri. "kamu kok bodoh banget sih..tidak seperti kakakmu", "nyesal punya adik seperti kamu", "kamu benar-benar bikin malu keluarga kita" dan sebagainya. Ada banyak orang yang saya kenal mengalami kesulitan untuk bangkit karena harga diri dan percaya dirinya sudah sedemikian anjlok sampai titik rendah. Ada yang bahkan sampai menyesali hidup. Ini semua bisa membawa kita pada kematian-kematian kecil yang akan merampas dan menghancurkan kedamaian, kasih dan sukacita yang telah Tuhan berikan pada kita. Padahal lihatlah apa kata Tuhan mengenai kita. Kita adalah ciptaanNya yang luar biasa. We are His masterpiece. Dia menciptakan kita segambar dengan rupaNya sendiri (Kejadian 1:26), kita terlukis dalam telapak tanganNya dan dalam ruang mataNya (Yesaya 49:16), dia mengetahui segala sesuatu akan kita, bahkan jumlah helai rambut kita pun Dia hitung (Matius 10:30). Tuhan tidak pernah menciptakan kita asal-asalan apalagi sia-sia. Dia punya rencana yang indah bagi setiap kita. Sebuah ayat indah pada Mazmur mengatakan bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang dahsyat dan ajaib. "Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya." (Mazmur 139:13-14). Jika kita menyadari demikian, kita tidak akan gampang jatuh dan kehilangan kepercayaan diri. Seperti ayat bacaan hari ini, selalulah berlindung kepada Allah. Selalulah tujukan mata kepada Allah. Bersama Allah tidak akan pernah mengecewakan, karena bagi Dia, kita selalu sangat berharga.
Hindari kematian-kematian kecil dengan berlindung pada Allah yang memberi kehidupan besar
2 Januari 2009
Sang Penebus
Ayat bacaan: Yohanes 1:29
"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."
Seorang teman saya tadi bercerita bahwa ia baru aja membantah dosennya, karena sang dosen dengan lantang berkata bahwa Tuhan itu tidak adil. Sang dosen mengatakan bahwa berbagai bencana yang terjadi di dunia ini adalah untuk menyiksa manusia dan menunjukkan ketidakadilan Tuhan. Dengan tegas dia membantah, dan akibatnya ia mendapat hukuman di "suspend" untuk beberapa hari. Namun untunglah, dekan menganulir hukuman tersebut karena menurut si dekan, ia punya hak untuk mengeluarkan pendapatnya. Baru saja saya kemarin menulis renungan tentang kitab Yoel, dan apa yang terjadi pada teman saya itu mengingatkan saya akan renungan tersebut. Jika dibaca sepintas, terlihat hukuman yang dijatuhkan Tuhan memang mengerikan. Tapi kita harus melihat hal ini lebih luas, karena hukuman itu bukan sembarangan dijatuhkan apalagi menganggap bahwa itu adalah bentuk tindakan kesewenang-wenangan Tuhan yang mempermainkan manusia bagaikan boneka demi kepuasan pribadi. Kemarin saya sudah menuliskan bagaimana Tuhan memulihkan segala sesuatu dengan seketika begitu kita bertobat. Itu menunjukkan belas kasihNya yang luar biasa. Bahkan dosa semerah kirmizi sekalipun akan menjadi seputih salju, semerah kain kesumba pun akan seputih bulu domba. (Yesaya 1:18). Dan itu akan langsung kita peroleh. Bukan saja diampuni, tapi Allah bahkan tidak lagi mengingat dosa kita. (Yeremia 31:34). Bukti lain bahwa Tuhan adalah penuh kasih dan sangat menyayangi kita? Tuhan ternyata juga pro-aktif. Nabi demi nabi diutus untuk mengingatkan manusia agar kembali berbalik dari jalan-jalan yang sesat. Dan tidak berhenti sampai disitu. Tuhan pun mengutus AnakNya yang tunggal agar kita tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16).
Inilah yang diucapkan Yohanes ketika ia memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya. Apa yang tertulis pada Yesaya 53 akhirnya digenapi, dan Yohanes tahu dia tengah berhadapan dengan Anak Domba yang dinubuatkan dalam Yesaya. Yohanes pun tahu bahwa ia adalah orang yang ditugaskan Tuhan sebagai pembuka jalan bagi pelayanan luar biasa Yesus di dunia ini, sebagai tanda betapa Allah mengasihi kita semua. Kedatangan Yesus ke dunia ini adalah untuk membayar lunas segala dosa-dosa kita lewat karya penebusan di atas kayu salib, kemudian memulihkan hubungan kita dengan Bapa. Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukan untuk memanggil orang benar, melainkan untuk orang berdosa. "... Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Markus 2:17). Penebusan Kristus pun tidak berbicara hanya bagi satu orang, satu suku atau satu bangsa saja, tapi berlaku untuk semua manusia, (1 Timotius 2:6) untuk dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Demikianlah besarnya kasih Tuhan pada kita semua.
Jika kita menyadari hal diatas dengan benar, tentu kita akan sadar bahwa Tuhan teramat sangat mengasihi kita. Dia sangat peduli dan tidak ingin satu pun dari kita berakhir pada tempat penuh siksaan dengan api belerang yang menyala-nyala. Dia sangat mengerti kelemahan kita, karenanya Tuhan tidak pernah berhenti mengingatkan kita, malah menganugrahkan Kristus untuk menebus dosa-dosa kita, menyelamatkan kita dan memulihkan hubungan kita denganNya. Sudah sepantasnya kita mensyukuri kasih Tuhan yang begitu besar. Bertobat dan berbaliklah dari jalan-jalan yang salah jika kita menghargai kasihNya, dan tekunlah menjaga diri agar tidak terjerumus terus menerus ke dalam dosa. Menuduh Tuhan tidak adil, seperti halnya dosen teman saya di atas tidak akan keluar dari mulut atau pikiran kita jika kita benar-benar memahami pribadi Tuhan yang sesungguhnya.
Kristus Sang Penebus adalah bukti nyata kasih Allah yang begitu besar bagi manusia
3 Januari 2009
Mukjizat Kesembuhan Atas Jazzel
Ayat bacaan: Matius 18:19-20
"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
Beberapa hari setelah natal menjelang tahun baru kemarin anjing betina kecil kami yang sudah kami anggap seperti anak sendiri, namanya Jazzel, tiba-tiba meraung kesakitan luar biasa ketika saya hendak menggendongnya. Saya kaget, karena tidak biasanya dia seperti itu. Saya menyadari pasti ada yang salah.. dan ketika saya melihat tubuhnya, benarlah demikian. Bagian dadanya membengkak seperti ada tulang yang patah. Saya dan istri pun sempat panik, kemudian menelpon dokter hewan. Namun tampaknya tidak ada dokter yang buka, karena bertepatan dengan hari libur umum. Sementara bentuk dada Jazzel di sebelah kanan terlihat menakutkan karena bengkak. Di tengah rasa cemas, kami memutuskan untuk berdoa bersama. Lalu kami duduk berdua, memegang punggung Jazzel yang masih gemetar kesakitan dan berdoa bersama. Apa yang terjadi? Begitu selesai berdoa, Jazzel langsung berjalan tanpa terlihat sakit, namun bengkaknya masih ada. Lima menit sesudahnya, dia sudah berani melompat turun naik di sofa. Kemudian, hampir sepanjang malam dia habiskan untuk tidur. Dan besoknya, dada Jazzel kembali normal. Ketika digendong Jazzel tidak lagi merasakan apa-apa. Haleluya! Itu sebuah mukjizat luar biasa yang kembali hadir dalam keluarga kami. (Silahkan baca kesaksian di "Tuhan Peduli Terhadap Segala Hal" dan "The Other Side Of Taki Story" ) Bayangkan, dada yang membengkak, terlihat seperti ada yang patah, raungan Jazzel yang sangat kesakitan ketika dipegang, dalam seketika Tuhan bisa pulihkan. Dan itu terjadi bukan pada manusia, melainkan pada seekor anjing. Tuhan Yesus sungguh ajaib dan luar biasa. Apa yang menjadi dasar doa kami sore itu adalah ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini. "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20). Kami memutuskan untuk sepakat, bersatu dalam doa, dalam nama Yesus yang bertahta di dalam hidup dan keluarga kami. Kami menyerahkan permasalahan ke dalam tanganNya dan berdoa, kemudian percaya penuh bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Dan hasilnya luar biasa. Yesus luar biasa. Terkadang ada orang yang ragu apakah Tuhan mau menjawab doa mereka. Apakah masalah mereka cukup layak untuk mendapat uluran tangan Tuhan. Seorang teman pernah berkata "masalahku tidak separah masalah-masalah berat yang dialami sebagian orang, dan Tuhan sudah terlalu sibuk mengurus berbagai masalah berat, pastilah masalah saya tidak lagi sempat diurusNya.." Tidak, tidak demikian. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk! Dia selalu mendengarkan doa kita. "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu" (Yeremia 29:12). Tuhan siap menjawab doa-doa kita dan memberikan mukjizatnya. Apa yang kita perlukan adalah :
- Percaya "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24)
- Tetap hidup kudus sesuai firman Tuhan "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."(Yakobus 5:16b)
- Berani melakukan langkah iman, dan melakukannya dalam nama Yesus "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:17-18)
- Meminta sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekedar memuaskan hawa nafsu duniawi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3)
Kepada Yesus telah diserahkan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:18), maka mintalah dalam Yesus, dan Bapa di surga akan mengabulkannya. Tuhan sanggup melakukan mukjizat dalam hidup kita, anak-anakNya yang selalu taat untuk hidup kudus dan percaya sepenuhnya pada kuasaNya. Jika Tuhan sanggup menyembukan seekor anjing kecil, Dia pasti sanggup melakukan mukjizat atas hidup kita. Seperti apa yang diucapkan Ayub: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2), percayalah, Tuhan pasti selalu memberikan jawaban yang terbaik. He never fails!
Mukjizat terjadi pada orang yang percaya pada Yesus sepenuhnya dan taat melakukan firman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar